Jadwal Vaksinasi Covid-19 2021 Di Indonesia Beserta Kontroversinya

  • Selasa, 26 Januari 2021 - 10:07:48 WIB
Jadwal Vaksinasi Covid-19 2021 Di Indonesia Beserta Kontroversinya

 

Jadwal vaksinasi Covid-19 direncanakan akan dimulai pada pertengahan bulan Januari 2021 dan dibagi menjadi beberapa periode.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan vaksinasi covid-19 di Indonesia akan dimulai pada pertengahan atau minggu kedua Januari 2021. Vaksinasi tahap pertama ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksinasi covid-19 akan dirampungkan dalam 15 bulan atau selesai pada Maret 2022 mendatang dengan target sebanyak 181,5 juta orang.

Program vaksinasi nantinya akan dibagi menjadi beberapa periode, yang pertama yaitu dari Januari-April 2021 akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi dan 17,4 juta petugas publik.

Kemudian, jika vaksin terbukti aman diberikan kepada kelompok lansia, mereka juga akan menjadi kelompok prioritas.

"Tahap selanjutnya adalah masyarakat lansia di atas 60 tahun yang jumlahnya sekitar 21,5 juta," ujar Budi beberapa waktu lalu.

Sedangkan, untuk periode vaksinasi kedua yaitu April 2021-Maret 2022, akan diberikan kepada masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan risiko penyularan tinggi sebesar 63,9 juta orang.

Terakhir, vaksin disuntikkan kepada masyarakat umum dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Targetnya akan ada 77,4 juta orang yang menerima vaksin gratis tersebut.

Namun, meskipun jadwal vaksinasi telah di tentukan sejumlah masyarakat disebut menolak vaksin Covid-19. Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  Erick Tohir mengatakan pihaknya tidak bisa memaksakan pemberian vaksin terhadap masyarakat yang menolak tersebut.

Erick mengatakan menurut data-data survei terakhir yang didapatkan, sekitar 66 persen rakyat Indonesia percaya vaksin dan mau divaksinasi Covid-19. "Namun ada juga yang 16 persen tidak mau divaksin, kita juga tidak memaksakan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Meski terdapat penolakan, Erick yakin vaksin tetap dapat menekan penularan Covid-19 yang terus terjadi. Vaksin juga akan menekan angka kematian.

"Kalau ditanya apakah vaksin Covid-19 yang akan tersedia berkualitas, pemerintah menggunakan vaksin-vaksin yang dibeli berdasarkan sesuai standar WHO, yang sudah melalui uji klinis, dan KPCPEN pun terbuka kepada MUI, BPOM, semua pihak kita libatkan. Keamanan untuk rakyat Indonesia adalah yang utama," ujar Erick.

Di Indonesia, Di targetkan akan melakukan vaksinasi terhadap 67-70 persen penduduk atau sekitar 181 juta orang untuk memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

  • Selasa, 26 Januari 2021 - 10:07:48 WIB

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait